Beranda Kota Metro Julaiha Penderita Rematik Akut 8 Tahun di Kota Metro, Harapkan Kepedulian Pemkot

Julaiha Penderita Rematik Akut 8 Tahun di Kota Metro, Harapkan Kepedulian Pemkot

48
0

Galaksinewss.com, Metro- Seorang warga prasejahtera di RT 02 RW 01 Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Julaiha (43) seorang warga prasejahtera penderita kelumpuhan yang kini hanya mampu beraktivitas didalam rumah baru satu kali menerima babtuan dar pemerintah sebesar 1.600.000. Julaiha berharap perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Metro khususnya agar dipermudah dalam pelayanan kesehatan dan agar dapat lebih peduli lagi pada dirinya.

Saat di konfirmasi ia mengatakan,” jika saya  mendapatkan bantuan dari pemerintah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti pampers, tissue basah dan kering karena selama ini saya selalu di bantu oleh keluarga saya untuk kebutuhan itu dan yang lainnya. Jelasnya

Harapan saya pada Pemkot agar dapat lebih peduli lagi dengan kondisi saya yang seperti ini. Katanya lagi pada jum’at (7/10/22) di kediamannya.

Julaiha sendiri telah menderita kelumpuhan hampir selama Delapan tahun. Dalam kurun waktu tersebut, kerabat dan tetangga bergotong-royong membantu kehidupan Julaiha.

“Perhatian pada Julaiha dari pemerintah memang kurang. Baru ini juga ada kunjungan dari Kecamatan terus dicek-cek kesehatannya. Biasanya bantuan didapat dari Ormas dan warga sini yang peduli. Bantuannya dalam bentuk sembako dan obat-obatan,” ucap Umaya adik dari Julaiha.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Indonesia Pemantau & Pengawas Tipikor (BIDIK) Kota Metro, R. Sentot Alibasyah menyebutkan bahwa peran pemerintah dalam memperhatikan masyarakat kurang mampu masih belum maksimal.

“Menurut kami pemerintah ini belum maksimal, makanya kami tunjukkan kepada Camat masalah seperti ini agar diperhatikan supaya masyarakat bisa dibantu,” kata dia saat memberikan bantuan sembako kepada keluarga Julaiha.

Sentot bahkan menilai program pemberian bantuan dari pemerintah kepada masyarakat di Kota Metro diduga belum tepat sasaran. Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya masih banyak ditemukan warga pra sejahtera yang belum tersentuh program bantuan dalam bentuk apapun.

“Pertama kami sampaikan kepada media terimakasih, kami mengambil sikap yang seperti karena memang penyaluran dan pendataan bansos itu belum tepat sasaran atau belum maksimal,” bebernya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk melakukan pengecekan terhadap data para penerima program bantuan dalam bentuk apapun di Kota Metro. Hal itu guna memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Kami akan mecari tahu ya, contohnya seperti bansos itu betul- betul dapat tepat sasaran. Kami akan membentuk tim investigasi untuk mencari tahu keakuratan data penerima, siapa saja yang menerima dan apakah sudah tepat sasaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Metro Pusat, Yahya Rahmat membenarkan bahwa memang ada salah seorang warganya yang menderita sakit menahun dan baru satu kali tersentuh bantuan dari program pemerintah.

“Info yang didapat memang benar ya ada warga yang sedang sakit, sakitnya itu memang sudah tahunan, kurang lebih 8 tahun. Jadi beliau ini tinggal bersama keluarganya diurus bergantian. Mereka selama ini berobatnya swadaya keluarga, walaupun sebenarnya pemerintah Kota Metro sudah ada program BKD ya bawa KTP dilayani. Jadi masyarakat bisa berobat kerumah sakit atau layanan kesehatan hanya membawa KTP, Informasi dari keluarga sudah satu kali mendapat bantuan dari Pemerintah, nanti saya cek bantuannya masuk di program pemerintah yang mana,” terangnya. (*)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here