Beranda Kota Metro Ketua RT 35 Yosorejo Nyatakan Adanya Manipulasi Data Taman Edukasi Kota Metro

Ketua RT 35 Yosorejo Nyatakan Adanya Manipulasi Data Taman Edukasi Kota Metro

250
0

Galaksinewss.com, Metro – Soal Advice Planning yang dikeluarkan untuk Perizinan atas bangunan Taman Edukasi Kota Metro, diduga MalAdaministrasi dokumen persyaratan untuk mendapatkan IMB. Senin, 30 Agustus 2021.

Lurah Yosorejo dan Ketua RT 35 RW 09, mengakui tidak mengetahui persoalan perizinan bangunan Taman Edukasi yang diketahui IMB dengan kutipan izin bangunan satu lantai dan taman rekreasi keluarga, diduga ilegal dengan memanipulasi data syarat perizinan.

Penelusuran tim reportase, diketahui bahwa, untuk memenuhi syarat dokumen perizinan, pihak pengelola Taman Edukasi dibantu oleh dua orang yang katanya dua orang oknum wartawan yang turun untuk memenuhi dokumen syarat perizinan hingga ke Kecamatan.

Berkas dokumen di proses di Kelurahan Iringmulyo, yang kemudian dikeluarkannya Advice Camat Metro Timur, bangunan Taman Edukasi 1 lantai tersebut berada di Jalan Tiram, lengkap dengan tanda tangan warga Iringmulyo dan warga Yosorejo.

Sementara keberadaan Bangunan Taman Edukasi di lingkungan RT 35 RW 09, Jalan Gunung Lawu, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur.

Ketua RT 35, B Nasution mengatakan, dirinya hanya dimintai tanda tangan oleh Ketua RW 09, untuk perubahan sertifikat atas nama Jumirin dengan menggunakan kertas blanko kosong.

Dirinya Tidak mengetahui apa – apa, saat penandatanganan berkas dokumen yang diajukan RW 09 untuk mengubah nama kepemilikan tanah atau balik nama sertifikat tanah.

“Saya tidak tahu, kalau saya tahu pasti saya tidak akan tandatangan dokumen syarat perizinan untuk Taman Edukasi. Tidak ada warga saya tandaangan soal perizinan Taman Edukasi, justru warga saya menjadi dampak lingkungan dan banjir yang sampai saat ini masih protes karena banjir,”kata B Nasution.

Mengenai hal ini, Lurah Yosorejo, Hendriawan tidak membantah adanya dugaan tersebut.

Hendriawan membeberkan permasalahan yang ada. Karena semua muncul dari warganya yang terdampak atas hal ini. Advice yang dikeluarkan Camat sudah dengan tanda tangan dari pihak Kelurahan Iringmulyo, yang kemudian ke Kelurahan Yosorejo. Proses advice dibuat di Kelurahan Iringmulyo dan terbitlah perizinannya.

Namun, belakangan ini masih ada timbul masalah di bawah, khususnya di lingkungan RT 35 RW 09 dan RT 28 RW 08, yang tak pernah mengetahui soal berkas penandatanganan lingkungan terdampak sebagai syarat kelengkapan perizinan.

“Selain itu, ada gejolak masalah DAS yang menyempit dan berdampak banjir di dua lingkungan tersebut,”ujar Hendriwan.

Disisi lain, Camat Metro Timur Jonizar dengan tegas dirinya berdalih sempat menolak beberapa kali atas permohonan syarat perizinan. Dalam waktu cepat, terbit berkas rekom persetujuan TPKRD dan syarat lain pendukung perizinan. Maka, terbitlah izinnya. Artinya, semua syarat perizinan, sudah memenuhi syarat ketentuan berlaku.

Untuk diketahui bahwa, tim TKPRD dalam hal ini teknisnya pihak Dinas PU mengeluarkan rekomendasi sesuai pengajuan dari pemohon yakni siteplan lokasi rencana pembangunannya disetujui dan di tandatangani oleh ketua TKPRD yakni Sekda Kota Metro sebelumnya.

Sementara ruang wilayah pembangunan memakan badan Daerah Aliran Sungai (DAS) anak sungai Batanghari yang membentang di tengah antara Kelurahan Iringmulyo dan Yosorejo.

Dalam prosesnya rekom siteplan, proses perizinan dengan tandatangan perangkat terkait serta 26 warga masuk dalam advice plan, di koordinir oknum Dinas PU. Berlanjut prosesnya dibantu dua orang oknum wartawan, hingga mulus berjalan dan keluar IMB – nya.

IMB dikeluarkan, sementara permasalahan dibawah masih belum selesai. Warga terdampak sesuai dengan luasan bangunan dan dampak Banjir, ada dua lingkungan yakni warga RT 35, RW 09 dan warga RT 28, RW 08.

Secara keseluruhan tidak pernah mengetahui adanya tandatangan persetujuan lingkungan. Terlebih, alamat rekomendasi perizinan yang terkutip dalam Advice Plan yang beralamatkan di Jalan Tiram.

Kemudian ada persoalan melekat juga atas pembangunan Taman Edukasi adalah pelanggaran Tata Ruang dan DAS dalam perkotaan.

Esensi persoalan terletak pada permasalahan DAS yang dilanggar. Jika, persoalan DAS dapat teratasi dan warga terdampak tak lagi mempermasalahkan serta banjir dapat teratasi, maka perizinannya akan bisa terbit sesuai dengan peruntukkannya.

Disini jelas terjadi dugaan mal administrasi soal perizinan dan juga rekomendasi persetujuan rencana dibangunnya taman edukasi tersebut, serta ada pelanggaran tata ruang dan das dalam perkotaan. (Tim)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here