Beranda Uncategorized INI !!!…Kata Anggota DPRD Kota Metro Soal Banjir di Yosorejo

INI !!!…Kata Anggota DPRD Kota Metro Soal Banjir di Yosorejo

214
0

Galaksinewss.com, Metro – Persoalan banjir di Kota Metro, terkhusus di wilayah Kecamatan Metro Timur, terdapat bangunan Taman Edukasi yang diduga melanggar Tata Ruang dan DAS dalam Perkotaan, Anak sungai Batanghari yang membentang di tengah antara Kelurahan Yosorejo dan Kelurahan Iringmulyo. Anggota DPRD Kota Metro, Fraksi Demokrat, Amrullah Sofwan. SH., MH. menanggapi bahwa semua pihak terkait termasuk DPRD salah.

“Melihat kondisi lapangan kerap terjadinya banjir di wilayah kota metro, khususnya di Yosorejo, Metro timur, semua pihak yang terkait jelas sudah salah. Karena belum melakukan tugas fungsi sebagaimana mestinya dalam melakukan tindaklanjut permasalahan yang ada, khususnya pengentasan banjir,”

Demikian kata Amrullah Sofwan dikediamannya. Senin, 30 Agustus 2021 malam.

Amrullah melanjutkan, pengentasan banjir, masuk dalam program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro. Hanya karena pihak – pihak terkait tidak bisa menindaklanjuti permasalahan yang ada dengan solutif, sehingga berdampak negatif bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro mengait pada program unggulannya.

“Jadi pemasalahan banjir di Kota Metro, dapat dikatakan Yosorejo-Iringmulyo itu jadi prioritas. Karena beberapa waktu lalu terjadi banjir, saat hujan turun dibanding wilayah lain yang ada di Kota Metro. Bagaimana solusi terbaiknya dalam hal ini, tanpa harus ada yang dirugikan,”ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan prasarana pengendalian banjir, bentuk pelaksanaan program penataan dan normalisasi sungai, khususnya sungai dalam perkotaan, yang tentunya memberikan manfaat mengurangi resiko bencana banjir.

Perubahan iklim, menjadi tantangan pemerintah. Perubahan dan pergeseran masa musim penghujan dan kemarau serta pola hujan dengan durasi pendek, namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir.

Terlebih kondisi lapangan yang cukup besar dampak banjir terjadi, banyak dijumpai bentuk praktek pelanggaran tata ruang dan DAS dalam perkotaan dalam pembangunan.

Hal ini, kembali lagi dengan ketegasan pemerintah yang masif dan solutif demi kepentingan umum dan kenyamanan masyarakat.

Serta mengajak semua pihak untuk menjaga wilayah tangkapan air dengan menahan, menjaga fungsi lahan resapan air dalam perkotaan.

Demikian semestinya dalam kaedah persyaratan perizinan yang dilalui untuk setiap mendirikan bangunan.

Berbanding jauh dari hal itu, di Kota Metro banyak bangunan yang tentunya banyak dijumpai melanggar tata ruang dan DAS dalam perkotaan.

Pemerintah setempat, khususnya pihak tim TKPRD dengan teknis pihak Dinas PUTR, justru saling menguatkan argumen sebagai alibi pembenaran, mengelak dari fakta dilapangan atas bangunan yang melanggar tata ruang dan DAS Dalam perkotaan.

Terlebih, Pengentasan banjir di Kota Metro, sudah menjadi sembilan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, yang tentunya menjadi program kepentingan umum. Namun, terlihat sebatas slogan belaka.

Fokus pada persoalan Bangunan Taman Edukasi Kota Metro, terdapat dugaan pelanggaran tata ruang dan DAS dalam perkotaan.

Sehingga menyebabkan banjir dan cukup lama dirasakan warga masyakakat dan menjadi langganan banjir, akibat penyempitan DAS yang membentang di tengah Bangunan Taman Edukasi. (Tim)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here