Beranda Kota Metro Pemerintah Kota Metro, Belum ada Tindakan Tegas Terhadap Pihak yang Melanggar Tata...

Pemerintah Kota Metro, Belum ada Tindakan Tegas Terhadap Pihak yang Melanggar Tata Ruang Perkotaan dan DAS di Yosorejo Metro Timur.

208
0

Pemerintah Kota Metro, Belum ada Tindakan GalaksiNewss.Com, Metro- “Pembangunan prasarana pengendali banjirr bentuk pelaksanaan program penataan dan normalisasi sungai, khususnya DAS Dalam perkotaan, yang tentunnya akan memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Kota Metro. Selasa, 24 Agustus 2021.

Perubahan iklim menjadi tantangan pemerintah itu sendiri. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir.
Terlebih kondisi lapangan yang cukup besar dampak banjir terjadi, banyak dijumpai bentuk praktek pelanggaran tata ruang dalam perkotaan dan DAS.

Kembali lagi dengan ketegasan pemerintah terkait mengatasinya yang lebih efektif dan solutif, demi kepentingan umum dan kenyamanan masyarakat.
Maka perlu tindakan masif dan tegas mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air, dengan menahan, menjaga fungsi lahan resapan air, termasuk juga dengan melalui penghijauan. Justru sebeliknya, Pemerintah Kota Metro sendiri membantalkan masyarakat sebagai penyumbang terjadinya banjir karena pola buang sampah sembarangan.

“Di Kota Metro, pemerintah setempat juga masih belum melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melaksanakan pembangunan permanen untuk usaha pribadi melanggar tata ruang perkotaan dan DAS itu sendiri.
Salah satunya pembangunan Taman Edukasi Kota Metro. Memakan badan batas DAS dalam perkotaan dan menutup atas DAS dengan cor semen bangunan taman edukasi.Mengakibatkan, mengecilnya ruang DAS anak sungai batanghari yang membentang di tengah perkotaan antara Kelurahan Yosorejo dan Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur.

Pihak pengelola Taman Edukasi sendiri, sampai saat ini belum dapat di konfirmasikan. Demikian juga pihak tim teknis perencanaan pembangunan daerah Kota Metro, sulit untuk di temui guna dikonfirmasikan.
Disisi lain, Sekda Kota Metro, Bangkit H Utomo, enggan menanggapi tim media ini guna dikonfirmasikan, saat di hubungi melalui pesan WhatsApp-nya.
Berdasarkan informasi didapat, Pemerintah setempat, melalui pihak pengairan Dinas PU, tengah melakukan perbaikan dinding DAS tersebut, sepanjang 80 Meter dengan menelan anggaran sebesar Rp. 90 Juta.
Namun, hal ini tidak akan memerikan efek meminimalisir bencana banjir. Sebab titik penyebabnya adalah ditutupnya badan DAS atas bangunan Taman Edukasi dan mengecilnya ruang DAS terkait.

Jika tidak dilakukan tindakan pasti oleh pemerintah setempat dengan cara tgas dan bijak, persuasif kepada pihak terkait dan warga terdampak, maka langkah perbaikan DAS dalam perkotaan hanya sebatas mubazir anggaran.
Tentunya akan terus demikian kondisinya, berulang kali pemerintah akan terpaksa mengocek anggaran mubazir. Karena akar permasalahan tidak di atasi terlebih dahulu.
Keberadaan bangunan Taman Edukasi Kota Metro, gambaran sikap pemerintah era saat ini, sengaja melakukan pembiaran atas pelanggaran tata ruang dan DAS dalam perkotaan.

Selain itu, enggannya mengambil langkah tegas. Patut diduga juga, enggan mencuatnya pelanggaran serupa yang membawa nama baik dan kridibilitas pimpinan daerah kota metro era saat ini, yang memiliki bagunan gedung usaha milik pribadinya yang juga diduga melanggar hal serupa terjadi pada bangunan Taman Edukasi tersebut.
Jika halnya demikian banyak pelanggaran terhadap bangunan di Kota Metro, selain Taman Edukasi, maka patut dipertanyakan bagaimana sistem dikeluarkannya IMB yang ada.(red)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here