Beranda Lampung Tuntut Kenaikan Harga Komiditas Pertanian, Aliansi Pemuda Lambar Gelar Unras

Tuntut Kenaikan Harga Komiditas Pertanian, Aliansi Pemuda Lambar Gelar Unras

85
0

Lambar – Aliansi Pemuda Peduli Petani Kabupaten Lampung Barat melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor bupati setempat, Selasa (25/05). Aksi ini untuk menuntut kenaikan harga komoditas pertanian yang ada di Bumi Sekala Bekhak.

Kordinator lapangan (Korlap) unjuk rasa Putra Ari Utama menegaskan, aksi demonstrasi ini adalah aksi damai sebagai bentuk dukungan para generasi muda kepada para petani.

“Kami murni tidak ada satupun yang menunggangi, kami bergerak atas nama masyarakat, sebagai kontrol sosial,” tegas putra asli Lampung Barat itu.

Dia meminta pemerintah untuk terjun langsung mengecek kondisi pasar terkait harga komoditas yang menjadi salah satu hasil bumi petani Lampung Barat yang dalam kurun waktu satu tahun terahir mengalami penurunan.

“Kami meminta agar pemerintah segera memberi solusi, menyambangi masyarakat, dan mengatasi fluktuasi harga pasar agar tidak terjadi aksi monopoli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Juga agar pemerintah memberi wadah penampungan hasil bumi, ataupun membuka jalan akses untuk para petani mampu memasok atau memasarkan hasil panennya ke kepasar modern ataupun pasar yang lebih besar dan lebih luas cakupannya,” paparnya.

Aksi damai itu disambut baik oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Pihaknya, mengaku senang jika pemuda setempat memperhatikan para petani.

“Terimakasi kepada Aliansi Pemuda Peduli Petani Lampung Barat, saya sangat senang, juga menerima secara lapang dada apabila ada pemuda pemudi Lampung Barat yang menyampaikan aspirasi masyarakat dan juga membantu memberi masukan solusi atas apa yang menjadi permasalahan saya menyambut baik pemikiran aliansi pemuda peduli petani Lampung Barat,” ucapnya.

Bupati mengkalim bahawa dirinya merasakan yang yang saat ini dirasakan oleh para Petani di Kabupaten Beguai Jejama itu. “Saya bisa merasakan apa yang petani rasakan terkait harga dan keluhan lainnya,” terangnya.

Bupati juga mengatakan pembangunan gudang penampungan tidak akan mampu terealisasi dikarenakan keterbatasan APBD Lampung Barat.

“Pengadaan Kelinci atau Marmut merupakan salah satu upaya yang akan dilaksanakan Pemerintah Lampung Barat untuk mengatasi melimpahnya sayur mayur di Lampung Barat,” pungkas Parosil. (Dika/Nia)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here