Beranda Kota Metro Oknum Pegawai Lapas Tantang Wartawan Berkelahi Saat Dimintai Konfirmasi

Oknum Pegawai Lapas Tantang Wartawan Berkelahi Saat Dimintai Konfirmasi

100
0

Lampung Tengah – Tidak terima dimintai konfirmasi terkait pemindahan warga binaan secara mendadak, oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsugih menantang wartawan untuk berduel.

Oknum pegawai tersebut membeberkan pemindahkan narapidana tersebut lantaran kasus yang sebelumnya menyeret beberapa pegawai bermasalah di lingkungan tersebut.

“Pemindahan napi itu karena dia orang cepu (informan),” kata oknum tersebut melalui pesan Whatsapp, Senin (1/3).

Jika benar demikian, sungguh disayangkan hal tersebut justru bertolak belakang dengan aturan dan hak narapidana yang tercantum pada pasal 14 ayat (1) UU Pemasyarakatan. Dimana dalam pasal yang berisi 13 point tersebut disebutkan dalam point (e) bahwa narapidana lembaga pemasyarakatan berhak menyampaikan keluh kesahnya.

Sedangkan oknum pegawai lapas sendiri dituntut untuk bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh undang-undang.

Tak cukup sampai disitu, oknum tersebut kemudian coba terus menghubungi melalui sambungan Whatssap. Dengan menggunakan nada tinggi dan penuh emosi, oknum tersebut mengajak bertemu pihak media dan menantang berkelahi.

“Kamu dimana Tomy. Ayo kita ketemu !! Ini Kholil lagi dijalan sama saya, mau saya oper, kenapa. Mau saya gebukin apa dia, dasar banyak omong kamu,” katanya.

Terpisah, Tomy yang juga pemilik salah satu media di Provinsi Lampung tersebut membenarkan terkait hal tersebut. Dirinya justru menyayangkan aksi yang dilakukan pihak pegawai lapas tersebut.

“Ya benar apa yang terjadi seperti itu. Miris saya dengan perlakuan yang tidak bermoral dari pegawai tersebut, apalagi pegawai lapas sendiri kan bekerja ditempat wadah pembinaan narapidana, masa bahasa jalanan dan tidak berpendidikan dilontarkan seperti itu,” sesalnya.

Rencananya jika dalam 1×24 jam oknum pegawai tersebut tidak meminta maaf, pihaknya akan mengirimkan surat somasi ke pihak Lapas dan menuntut oknum tersebut untuk segera meminta maaf secara kelembagaan kepada pihak media dan diberikan sanksi administratif avar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Karena menurutnya, ini juga bagian dari upaya menghalang halangi tugas wartawan dalam mencari informasi.

“Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama dua tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pers,” ucap Tomy.

Sedangkan perihal jawaban terkait pemindahan warga binaan secara dadakan tersebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Ditjen Lembaga Pemasyarakatan (Ditjenpas).

“Jika benar alasan pemindahan tersebut berkaitan dengan pemberian informasi yang diberikan narapidana terkait pungli dan bebasnya narkoba, maka Ditjenpas harus bertindak, karena jelas ini melanggar aturan yang berlaku, bahkan bila ini dikaitkan dengan UU perlindungan saksi dan korban, disitu sudah jelas sekali kesalahannya,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa warga binaan yang pada hari ini, Senin 1 Maret 2021 dipindahkan secara mendadak ke Lapas Kotabumi, Lampung Utara. Kemudian, ada sejumlah yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak Ditjenpas terkait kasus beberapa oknum pegawai lapas tersebut. (Rls/Nia)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here