Beranda Bandar Lampung Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan Terhadap Kasus Korban Pengancaman

Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan Terhadap Kasus Korban Pengancaman

89
0

Galaksinewss.com, Bandarlampung — Polisi mulai melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pengancaman/intimidasi oleh Walikota Bandarlampung Herman HN terhadap wartawan Lampung Televisi (LTV) Dedi Kaprianto, Senin (9-11-2020) lalu.

 

Alfian Suni, S.H., M.H. Sekretaris Komisi Pengawas Peradi dan juga sebagai anggota LAKH PWI Lampung, Selasa (14/11/20) mengatakan, bahwa dirinya mendampingi Rozali Umar, S.H., M.H. Sekretaris Peradi yang juga sebagai Ketua Lembaga Advokasi dan Konsultan Hukum (LAKH)

PWI Lampung dalam mengawal penyelidikan terhadap pelapor/korban Dedi Kaprianto wartawan Lampung TV dan saksi Martin R. Pasuko Dewo di subdit I polda Lampung.

 

Sementara Rozali Umar, S.H., M.H. Sekretaris Peradi Bandarlampung dan sebagai Ketua LAKH PWI Lampung mengatakan, bahwa Dedi dan Martin ini didampingi tim kuasa hukum dari LAKH PWI Lampung yakni Rozali Umar, Alfian, Faisal Chudari, Tahura Malagani dan Musanif Effendi Yusnida.

 

“Hari ini (24-11) penyidik Unit I Subdit I Polda Lampung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelapor/korban Dedi Kaprianto wartawan Lampung TV dan saksi Martin R. Pasuko Dewo. Tahapannya kini memasuki penyelidikan,” ujar ketua LAKH PWI Lampung.

 

Menurut Rozali Umar bahwa pemeriksaan terhadap Dedi Kaprianto dilakukan sejak pukul 10.30 WIB hingga 17.15 WIB. “Hari ini terdapat 29 pertanyaan. Lalu untuk saksi Martin dimintai keterangan oleh penyidik sejak pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB dengan 18 pertanyaan,” kata Rozali Umar.

 

Sebelumnya, Dedi Kaprianto wartawan Lampung TV (LTV) telah melaporkan Walikota Bandarlampung Herman HN ke Polda Lampung pada Selasa (10-11) siang, bersama puluhan wartawan dan lembaga organisasi pers PWI Lampung.

 

Laporan tersebut terkait dugaan intimidasi atau pengancaman terhadap wartawan LTV oleh Herman HN, saat melakukan wawancara. Walikota Bandarlampung mengeluarkan pernyataan yang dinilai mengintimidasi wartawan dengn kalimat pangancaman dan penghinaan.(rls)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here