Beranda Kota Metro Tuntut Kompensasi Lahan, masyarakat Malah di Bohongi

Tuntut Kompensasi Lahan, masyarakat Malah di Bohongi

113
0

Galaksinews.com, Metro – Pelebaran Jalan Cendrawasih, Bedeng 25 Bantul, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, akses Taman Sumber Sari Park, menyisakan masalah antara warga dan Pemerintah setempat. Mengenai pembebasan lahan untuk pelebaran jalan memakan areal persawahan. Lebih kurang 26 bidang milik 26 orang warga setempat, merasa ditipu oleh Pemerintah, lewat pihak Kelurahan Sumbersari. Minggu, 08 November 2020.

 

Warga pemilik tanah sawah yang merasa dicurangi menuntut ganti rugi atau kembalikan lahan tanahnya seperti semula. 1 Meter areal sawah yang di ambil untuk pelebaran jalan, sejak awal warga mengetahuinya ada kompensasi ganti rugi. Namun dalam perjalanannya, warga dikumpulkan di Balai Kelurahan di minta untuk mengikhlaskan (Hibah) tanah tersebut.

 

Dari ini, Pihak Kelurahan melalui Kaur Pemerintahan Yani didampingi Ketua LPM Supandi, mendatangi warga pemilik tanah terkena dampak pelebaran jalan, satu persatu menyodorkan surat dengan alibi pengurangan pajak, sekaligus meminta fotocopy sertifikat tanah.

 

Didalam surat yang disodorkan pihak Kelurahan tersebut berisikan poin tidak meminta ganti rugi/mengikhlaskan (Hibah) tanah untuk pelebaran jalan. Sampai November 2020, surat pembeharuan sertifikat dan bukti pengurangan pajak tidak juga ada.

 

Mirisnya lagi, sebagian warga tidak menyadari adanya pernyataan tidak menuntut ganti rugi dalam surat yang terlanjur ditanda tangani, lantaran ada beberapa warga tidak bisa baca tulis dan tidak begitu teliti dan memahami maksud tulisan surat menyurat. Warga juga mengetahui tanah yang di ambil untuk pelebaran jalan ternyata lebih dari 1 Meter, masing-masing diambil 2,5 Metr sampai 3,5 Meter.

 

Warga yang merasa dicurangi, mengadukan hal itu ke LSM GMBI Distrik Kota Metro dengan memberikan kuasa memperjuangkan hak dengan tuntutan ganti rugi, sesuai ukuran tanah warga yang di ambil untuk pelebaran jalan.

 

Junaidi, warga yang merasa dirugikan dan dicurangi mengungkapkan, selama ini sejak pembangunan jalan itu pada Pertengahan 2019 lalu sampai detik ini tidak ada kejelasan bukti pengurangan pajak dan juga sertifikat baru. Merasa curiga, warga mengukur ulang tanah sawahnya, ternyata yang di ambil terkena dampak lebih dari 1 Meter.

 

“Punya saya di ambil 3,5 Meter dan saya juga tidak pernah menyetujui tanda tangan surat apapun yang di sodorkan Pemerintah lewat pihak Kelurahan. Satu jengkal tanah sawah kami dari kejadian ini tidak akan rela di berikan begitu saja, kami menuntut ganti rugi atay kembalikan tanah kami seperti sedia kala,”ungkap Junaidi dibenarkan warga lain.

 

Dikatakan juga oleh Wartono, “Sama dengan yang dikatakan Pak Junaidi. Kami selaku warga merasa di curangi dan akan mencabut surat yang kami tanda tangani itu,”tegasnya.

 

Demikian diceritakan oleh Maryati istri Wagiman. Saat tanda tangan surat yang di sodorkan pihak Kelurahan, saat itu dirinya sedang pergi pengajian rutin. Di rumah hanya ada suami. Ibu Yani (Kaur Pemerintahan Kelurahan Sumbersari) bersama LPM menyodorkan surat dan ditanda tangani oleh suami saya (Wagiman).

 

“Saat saya pulang, suami saya bercerita. Lalu saya tanya surat itu isinya apa? surat pengurangan pajak dan ada kalimat tidak menuntut ganti rugi. Nah, disitu saya merasa dicurangi, saya jelaskan dengan suami saya,”jelasnya.

 

Singkatnya, “saya dan suami saya merasa tertipu dari surat itu, kami akan mencabutnya dan meminta ganti rugi atau kembalikan tanah kami seperti semula. Maka, semua warga yang sependeritaan, mengadu ke GMBI berharap untuk mendampingi memperjuangkan hak kami,”pungkas Maryati. (Red)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here