Beranda Kota Metro Langgar Aturan, DPRD Minta Surat Domisili yang Diterbitkan Lurah Yosodadi Dicabut

Langgar Aturan, DPRD Minta Surat Domisili yang Diterbitkan Lurah Yosodadi Dicabut

87
0

METRO – DPRD Kota Metro meminta surat keterangan domisili yang diterbitkan lurah Yosodadi untuk penerimaan siswa baru di SMAN 1 Metro dicabut. Pasalnya, 71 surat tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ketua Komisi I DPRD Metro, Basuki mengatakan, surat keterangan domisi yang dikeluarkan oleh lurah melanggar aturan. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar surat tersebut segera dicabut.

“Kita minta eksekutif untuk mencabut dan secepatnya berkoordinasi dengan pihak SMAN I Metro. Karena tidak sesuai dengan payung hukum,” kata dia, Senin (22/6).

Senada dikatakan Anggota DPRD lainya Amrullah. Menurutnya, surat keterangan domisili tidak ada payung hukum berdasakan UU. Ia meminta eksekutif untuk menuntaskannya, sehingga harapan masyarakat bisa selesai.

Anggota DPRD lainya, Wasis meminta surat domisili dianulir, karena tidak ada payung hukumnya.

“Pemkot harus bertanggungjawab untuk melakukan kewenangannya dengan mencabut surat domisili yang diterbitkan Lurah Yosodadi sebanyak 71 surat yang digunakan untuk memuluskan masuk SMNI Metro,” tuturnya.

 

 

Sementara itu, Kadisdukcapil Maria Jayasinga menjelaskan, surat domisili dalam UU Adminduk sudah tidak boleh lagi diterbitkan.

“Yang berlaku hanya kartu keluarga, sedangkan surat domisili dalam UU Adminduk tidak ada. Aturan UU kependudukan Mo 24 tahun 2013, surat keterangan domisili sudah tidak boleh lagi diterbitkan. Jika itu dilanggar maka akan ada sangsi pidananya yang mengatur,” jelasnya.

Karenanya, surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh lurah dipertanyakan. Sebab, dalam Disdukcapil gidak mengenal adanya surat domisili.

Asisten I Setda Kota Metro, Ridhuan mengaku akan segera menggelar rapat guna menuntaskan persoalan tersebut.

“Sore ini juga saya akan gelar rapat untuk menentukan sikap,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam penerimaan siswa baru di SMAN I Metro banyak ditemukan surat domisili yang diterbitkan lurah Yosodadi. Surat tersebut menimbulkan keresahan warga, lantaran surat yang dikeluarkan bukan dari warga yang memang masuk zonasi.

Mereka merupakan warga dari luar, bahkan ada yang dari kabupaten tetangga yang sengaja dipindahkan untuk bertempat tinggal ke zonasi agar bisa masuk sekolah di SMAN I Metro, sehingga berdampak warga asli yang masuk zonasi terancam tidak bisa bersekolah. (Nia)

Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here